Angin Bertiup di Bangsalan
Hari cerah merupakan hari terbaik, mata terbuka lebar, melihat pemandangan sawah saat terbit mentari. Kata orang terbit mentari pagi membuat kulit lebih baik. Aku berpikir pemandangan pagi sangat menyenangkan bagiku. Menghantarkan embun pagi melihat ciptaan Maha Gusti Menguasai Bumi. Aku berjalan dipinggir sawah mulai menguning di Bangsalan Utara. Kulihat dari cakruk atau gubuk sawah terlihat bola api dari timur perlahan-lahan merangkak ke barat.
Hawa dingin sungguh menyenangkan. Mumpung tidak ada teman atau sahabat di sekitar gubuk kecil ini, aku tulis puisi di selembar kertas aku bawa dari rumah.
Mentari Pagi Ini
Kau mentari
Merangkak-rangkak seperti bayi
Perlahan lahan namun pasti
Menuju puncak nan sejati
Aku di sini sungguh takjub
Melihat gagahnya kau di langit
Menjadi raja di siang hari
Aku ingin meraihmu
Tidak berteman denganmu
Alangkah baik aku memuja Tuhanmu
Bersyukur akan keberadaanmu
Oh Mentari
Tak semua menyukaimu
Aku berdiri sedang melihatmu
Suka duka hatiku
Kau pandang aku
Kau diam
Mengapa.....
Wind Blown This Morning
This morning is better, ad for wide, to see beautiful view rice field at sunrise. reputedly make healthy husk. I think this beuatiful view make me funny. Send morning dew.see creation The Most Master Earth. I walk rice field see sunrise. See sun crawl go to top.
This funny athmospher. Whilst there not friends, I write a poem in a lief paper.
Sunrise This Morning
You is sun
Crawl babyish
slow but surely
go to real top
I here amized really
See gallantly you in the sky
Become the King’s Day
I wish to reach for you
Not pal up with you
Good what a me worship your The infinite
Ad for existence of you
Oh Sunrise
Do not all taking a fancy to yous
I stand up is seeing you
Like sorrowfully of my liver
You look into me
You is kept quiet
Why....



GEOLOGI
Pada umumnya wilayah Bangsalan merupakan daerah pegunungan Kidul memiliki kadar mineral gamping cukup tinggi. Tanah wilayah Bangsalan utara bersifat subur sehingga terdapat banyak sawah terluas. Tanaman padi tersebut bertipe gogorancah. Sawah berfungsi sebagai menanam padi sering juga ditanami kedelai, bawang merah, serta jagung. Di sungai Keyang, kita dapat melihat hasil tenaga eksogen yakni erosi tanah. Tiap kali hujan deras tidak jarang mengalami tanah longsor. Hal ini disebabkan adanya tegalan dipinggir sungai sehingga terjadi erosi tanah. Faktanya disebelah utara sungai Keyang ini banyak terdapat tanaman bamboo tidak mengalami erosi tanah. Terutama pada tikungan sungai Keyang. Terjadi erosi di bawah jembatan gantung menghubungkan antara Bangsalan Utara dengan Wonototo sehingga diperlukan tumpukan box batu. Ketika saat kemarau kita dapat menyaksikan dasar sungai Keyang dangkal tidak rata permukaan sungai. Di sungai Keyang ini terdapat berbagai jenis batuan. Antara lain batu lintang, batu apung, sebagainya. Sehingga tidak jarang di jalur sungai Keyang ini banyak terdapat penambangan pasir.
IN ENGLISH (with google translate Indonesian-English)
In general the region is a mountainous region of South Bangsalan have quite high levels of mineral limestone. The soil is fertile territory north Bangsalan so there are a lot of the widest fields. The rice plant type gogorancah. Serve as rice paddies are also planted with soy, onions, and corn. Keyang in the river, we can see the results of an exogenous force that soil erosion. Each time the heavy rain is not uncommon to experience landslides. This is due to moor alongside a river, causing soil erosion. In fact this Keyang just north of the river there are many bamboo plants have no soil erosion. Especially at the bend of the river Keyang. Erosion under the footbridge linking North Bangsalan Wonototo box so that the necessary piles of stone. As we can see when the dry riverbed Keyang uneven surface of the shallow river. In this Keyang river there are different types of rocks. Among other latitudes stone, pumice, etc.. So it is not uncommon in the path of the river Keyang there is a lot of sand mining.
ADVANTURE TO BANGSALAN 2011
Bangsalan merupakan satu-stunya kuota tempat terkenal di daerah pulau Jawa bagian Selatan. Bangsalan memiliki daerah bersejarah, tempat berproduktif jika anda menanamkan investasi di Bangsalan, tempat memiliki eksotika matahari terbit serta matahari terbenam, masih banyak lagi.
Asal muasal Bangsalan adalah sebuah kerajaan Wengker Tua. Hubungan kerajaan Wengker Tua dengan Kerajaan Majapahit sangatlah dekat. Terutama terjadi perlawanan dengan Airlangga dari Kerajaan Medang Kahuripan.
Namun dalam lingkungan tidaklah kalah dengan daerah di Jawa. Di dalam lingkungan, Bangsalan pernah menempati sepuluh besar sebagai lingkungan bersih.
Gajah-gajahan adalah salah satu kesenian di Bangsalan. Gajah-gajahan ini merupakan boneka gajah. Pemakaian gajah-gajahan ini hampir sama dengan barongsai. Gajah-gajahan ini dapat dilihat ketika ada tamu undangan diplomatik sahabat. Seperti kedatangan bupati Ponorogo.
Sejauh ini politik di Bangsalan masih relatif kondusir. Dengan adanya pemilu kepala Bangsalan ini secara langsung dipilih oleh warga Bangsalan. Belum ada kejadian bentrok dalam pemilihan langsung kepala Bangsalan.
Amat penting kita tinjau kondisi sosial di Bangsalan sangatlah beda, Demografi sosial masyarakat sangat mencolok antara masyarakat Bangsalan Utara dengan masyarakat Wonototo.
Lintas transportasi Bangsalan sedang taraf pembangunan terutama untuk jalan beraspal. Telah dibuat jalan aspal di Wonototo sebelumnya di Wonototo belum ada jalan beraspal. Namun diperlukan tambahan jalur aspal lebih luas di daerah Wonototo demi pembangunan wilayah Bangsalan Selatan ke depan.
Alat transportasi di Bangsalan dapat dijumpai yakni sepedha onthel, delman, atau bus berada di jalan Raya Trenggalek Ponorogo.
Namun di dalam kesenian tidak kalah saingnya dengan daerah di Jawa maupun Nusantara. Kita dapat menyaksikan gamelan terutama jelang Grebeg Suro atau 1 Muharram.
SEJARAH PERADAPAN MASA KERAJAAN WENGKER TUA/ HISTORY OF CIVILIZATION THE OLD KINGDOM Wengker
IN ENGLISH (with google translate Indonesian-English)
MEC 2 ONLINE FOR ADVANTURE BANGSALAN 2011
TO THE KINGDOM OF THE OLD Wengker Airlangga
Bangsalan a heritage village sasat Airlangga future will build the kingdom or empire long before the collapse has been established Kahuripan Wengker Old kingdom. Around the year 1036 AD the Old Wengker kingdom was attacked by Airlangga Wengker caused the collapse of the Old Kingdom. A year later re-establishment of the kingdom Wengker Airlangga old at the time did not approve of that old Wengker kingdom around the year AD 1038 back to attack the kingdom Wengker Airlangga old. So the king of the kingdom when it's the old Wengker Ketu Rakai Wijaya Wijaya or killed by the soldiers themselves while Ketu Wijaya expelled by royal Wengker Airlangga of the Old.
Airlangga then give control of the Old Kingdom to Sri Garasakan Wengker or Jake King or in the staging in Reog Ponorogo named King Kelana warok Sewandana or as the first. Old Wengker kingdom located around the village this Bangsalan. Jake comes from the dynasty of King dynasty. Religion is a Buddhist kingdom Old Wengker Tantrayana flow. Tantric Buddhism is a belief flow warok first-warok Ponorogo. Warok-warok should not be married. But it did gemblakan warok. Gemblakan the relationship of men called homosexual or gay. Jatil Gemblakan comes from the men could not be warok. In the art of dance performances jatil antiquity were men, but after the revolution Indonesia jatil role replaced by women. There is also a governor Bujang Anum or in the staging of art named Bujang Ganong. Anum Bujang Patih homage not the same as the Old Kingdom Wengker. Anum Bujang Patih opinion if still running a trust Jody King Buddhist Tantric flow so that the offspring will not inherit the kingdom of Old Wengker can not forward the next king. It is also approved by Jake King. Jake King Anum Bujang Patih ordered to find a wife. Anum Bujang duke had found a wife to King David that Jake Kilisuci or in the history of art called the Goddess Songgolangit. But there contender in this contest with the king of Blitar transformed into a lion named Singobarong imitation. Goddess Kilisuci have to cover the requirements of making art does not exist in the world, built an underground to an accompaniment track when the arts do. But the attack of the attacking Singobarong Wengker Old Kingdom. Because of its Anum was Patih Bujang Bayangkaki meditated in the mountains (elevation about 683 meters below sea level). On the mountain Bayangkaki Patih Bujang Anum get powerful heritage. Patih Bujang Anum with Jake King can beat Singobarong. Good King Jake finally able to meet these requirements by making Arts Singobarong better known as Reog Ponorogo, makes its way underground through the cave with the door around Tajug, District Siman, Roxburgh. The cave was named the cave Gedoli.
After the accompaniment of art and his entourage entered the cave tersesbut marriage, a sudden earthquake debris, causing the entire wedding party and killed in place cave art Gedoli.
To date there has been no investigation or excavation to reveal important historical Bangsalan. Old Wengker the kingdom which is a bathing pool in the village named Sirah keteng Bendingin. It is estimated that pool is a place as welcoming guests from outside the kingdom Wengker old. We can see the swimming baths until now. Relics of the former royal palace and the city has not been found. Relations between the Kingdom of Bantarangin Bantarangin inscription on or about Sub Sub Kauman Sampung Old Roxburgh with royal Wengker no proof of this royal connection.
Culinary dawed, caused Bangsalan not far from the center came from the village of Roxburgh Dawed Jabung or place at the intersection Jabung. Jabung Bangsalan distance to the village about 5 kilometers or be reached by air or train sepedha onthel about 30 minutes. Jabung village there is also one of the oldest mosques in Ponorogo famous. That is mosque Tegal Sari.
MEC 2 ONLINE FOR ADVANTURE TO BANGSALAN 2011
KERAJAAN WENGKER TUA DENGAN AIRLANGGA
Bangsalan salah satu desa peninggalan dimasa sasat Airlangga akan membangun kerajaan atau jauh sebelum kerajaan Kahuripan runtuh telah didirikan kerajaan Wengker Tua. Sekitar tahun 1036 Masehi kerajaan Wengker Tua diserang oleh Airlangga menyebabkan runtuhnya kerajaan Wengker Tua. Setahun kemudian kembali berdirinya kerajaan Wengker Tua pada saat itu Airlangga tidak menyetujui adanya kerajaan Wengker Tua sehingga sekitar tahun 1038 Masehi kembali Airlangga menyerang kerajaan Wengker Tua. Sehingga raja kerajaan Wengker Tua ketika itu yakni Ketu Wijaya atau Rakai Wijaya dibunuh oleh prajuritnya sendiri saat Ketu Wijaya diusir oleh Airlangga dari kerajaan Wengker Tua.
Airlangga kemudian memberikan penguasaan di Kerajaan Wengker Tua kepada Sri Garasakan atau Prabu Jaka atau dalam pementasan di Reog Ponorogo bernama Prabu Kelana Sewandana atau sebagai warok pertama. Kerajaan Wengker Tua terletak disekitar desa Bangsalan ini. Prabu Jaka berasal dari dinasti Syailendra. Agama kerajaan Wengker Tua adalah Budha aliran Tantrayana. Budha aliran Tantrayana ini merupakan kepercayaan mula warok-warok Ponorogo. Warok-warok ini tidak boleh menikah. Tetapi warok tersebut melakukan gemblakan. Gemblakan yakni hubungan laki-laki disebut juga homoseksual atau gay. Gemblakan ini berasal dari jatil yakni orang laki-laki tidak bisa menjadi warok. Di dalam pementasan seni tari jatil jaman dahulu adalah laki-laki tetapi setelah adanya revolusi Indonesia peran jatil diganti oleh perempuan. Terdapat pula patih Bujang Anum atau di dalam pementasan seni bernama Bujang Ganong. Patih Bujang Anum tidak beraliran sama dengan Kerajaan Wengker Tua. Patih Bujang Anum berpendapat jika Prabu Jaka masih menjalankan kepercayaan Budha aliran Tantrayana tidak akan mendapat keturunan sehingga kerajaan Wengker Tua tidak dapat meneruskan raja selanjutnya. Hal ini pun disetujui oleh Prabu Jaka. Prabu Jaka memerintahkan Patih Bujang Anum untuk mencari calon istri. Patih Bujang Anum telah menemukan calon istri untuk Prabu Jaka yakni Dewi Kilisuci atau dalam sejarah seni disebut Dewi Songgolangit. Namun ada penyaing dalam sayembara ini yakni raja dari Blitar menjelma menjadi Singa jadi-jadian bernama Singobarong. Dewi Kilisuci mempunyai syarat untuk lamaran yakni membuat kesenian tidak ada di dunia, membangun jalur dibawah tanah untuk jalur iringan saat kesenian dilakukan. Tetapi adanya serangan dari Singobarong menyerang Kerajaan Wengker Tua. Olehkarena itu Patih Bujang Anum bersemedi di gunung Bayangkaki (ketinggiannya sekitar 683 meter dibawah permukaan laut). Di gunung Bayangkaki Patih Bujang Anum memperoleh pusaka sakti. Patih Bujang Anum dengan Prabu Jaka dapat mengalahkan Singobarong. Akhirnya Prabu Jaka Bagus dapat memenuhi persyaratan tersebut dengan membuat Kesenian Singobarong lebih dikenal dengan Reog Ponorogo, membuat jalan dibawah tanah melalui gua dengan pintu disekitar Tajug, Kecamatan Siman, Ponorogo. Gua tersebut bernama gua Gedoli.
Setelah iringan kesenian dan rombongan perkawinan memasuki gua tersesbut, tiba-tiba terjadi gempa runtuhan sehingga menyebabkan seluruh rombongan perkawinan dan kesenian tewas ditempat gua Gedoli.
Sampai saat ini belum ada penyelidikan atau penggalian untuk mengungkapkan sejarah penting di Bangsalan. Peninggalan kerajaan Wengker Tua yakni sebuah kolam pemandian di desa Bendingin bernama Sirah Keteng. Diperkirakan kolam tersebut adalah tempat sebagai penyambutan tamu dari luar kerajaan Wengker Tua. Kita dapat melihat kolam pemandian tersebut sampai sekarang. Peninggalan mengenai bekas keraton maupun kota belum ditemukan. Hubungan antara prasasti Bantarangin mengenai Kerajaan Bantarangin di Kecamatan Kauman atau sekitar Kecamatan Sampung Ponorogo dengan kerajaan Wengker Tua belum ada pembuktian atas hubungan kerajaan ini.
Kuliner dawed, disebabkan Bangsalan tidak jauh dari pusat Dawed Ponorogo berasal dari desa Jabung atau tempatnya di perempatan Jabung. Jarak Bangsalan ke desa Jabung sekitar 5 kilometer atau ditempuh dengan sepedha onthel atau kereta angin sekitar 30 menit. Desa Jabung terdapat pula salah satu masjid tertua terkenal di Ponorogo. Yakni masjid Tegal Sari.



Nama resmi : Desa Bangsalan
Agama : mayoritas agama Islam
Suku Bangsa : mayoritas suku Jawa
Secara geografis, desa Bangsalan termasuk dalam wilayah kecamatan Sambit Kabupaten Ponorogo Provinsi Jawa Timur. Desa Bangsalan berbatasan langsung dengan Desa Coper (Kecamatan Jetis) dan Desa Bulu di sebelah Barat, desa Wilangan di sebelah Timur, desa Kemuning di sebelah Utara, dan desa Sambit di sebelah Selatan.
Berdasarkan letaknya, desa Bangsalan dibagi menjadi 2 yaitu Dusun Wonototo (Bangsalan Selatan) dan Dusun Bangsalan (Bangsalan Utara).
Dusun Bangsalan terletak di utara sungai Keyang yang membelah desa Bangsalan.
Dusun Wonototo terletak di selatan sungai Keyang.
1. Potensi Alam
Keadaan potensi alam di Bangsalan Utara memiliki tanah subur dan banyak terdapat sawah yang luas yang menjadi perbatasan antara Desa Bangsalan dengan Desa Kemuning sedangkan potensi menjadi ladang (Jawa=Tegalan) berada di dusun Wonototo (Bangsalan Selatan) yang menghasilkan antara lain buah-buahan (terutama mangga dan pisang), jagung dan ketela. Terdapat hasil pertanian seperti padi, jagung, ketela, dan kedelai. Dalam Peternakan, warga desa Bangsalan telah banyak memelihara ternak antara lain kambing, sapi, ayam, burung dara, dan sebagainya. Tetapi dalam perikanan sungai di sungai Keyang saat ini belum secara maksimal dikelola oleh warga desa Bangsalan.
2. Potensi Sosial Budaya
Warga desa Bangsalan mayoritas bersuku Jawa dan tradisi budaya Jawa masih kental di desa Bangsalan antara lain genduri, reog ponorogo, gajah-gajahan, dan sebagainya.
3. Potensi Industri
Desa Bangsalan terdapat beberapa industri antara lain industri pabrik tahu yang terdapat di Dusun Wonototo, industri genteng, industri pembuatan batu bata, dan sebagainya. Hal ini perlu diperhatikan oleh pemerintah daerah setempat dan terutama pemerintahan daerah Ponorogo. Dan diperlukan sekali para investor yang menanamkan modalnya di desa Bangsalan.
4. Potensi Pariwisata
Potensi sumber daya alam yang ada di desa Bangsalan belum dapat dimanfaatkan secara optimal untuk disajikan sebagai objek wisata. Oleh karena itu warga desa Bangsalan cenderung mengembangkan sektor pertanian dan sektor kebudayaan.
5. Sektor Perdagangan
Potensi komoditas dalam perdagangan di pasar antara lain padi, pisang, kambing, ayam, mangga, dan sebagainya. Perdagangan tersebut didistribusikan di pasar-pasar, antara lain pasar Kliwon (pasar Sambit), pasar Coper, pasar Mlarak, pasar Pon, dan lainnya.
Desa Bangsalan saat ini telah mendirikan 2 sekolahan yaitu SDN 1 Bangsalan di dusun Wonototo dan SDN 2 Bangsalan di dusun Bangsalan. Selain itu terlah banyak didirikan masjid dan mushola sehingga tak menyulitkan para warga yang beragama Islam untuk shalat dan tadarus.Di dusun Bangsalan terdapat 1 masjid yang bernama masjid Ar Rahim dan 4 musholla salah satunya musholla Baitul Muqadas yang merupakan tempat masjid pertama dan tertua di desa Bangsalan yang saat ini akan dilobi ke pemerintah daerah Ponorogo untuk direnofasi. Selain itu terdapat TPA/TPQ, di dusun Bangsalan telah berdiri TPA yang dipimpin oleh Slamet. Juga terdapat selepan beras satu-satunya di Bangsalan Utara.
Dalam perkembangannya, jalan desa Bangsalan saat ini mulai dimakadam dan diaspal. Saat ini mayoritas jalan yang beraspal berada di dusun Bangsalan dan saat ini telah di mulai makadam serta pengaspalan di dusun Wonototo. Saat ini telah dibangun jalur jalan sawah untuk mempermudah dalam pendistribusian padi di dusun Bangsalan oleh PNPM Mandiri.
Saat ini, sektor yang banyak diminati warga Bangsalan adalah sektor pertanian, perladangan, dan peternakan. Karena pada tahun 2009 lalu hasil pertanian lebih banyak daripada tahun 2008. Dan diharapkan ditahun selanjutnya dapat lebih banyak. Ekonomi di desa Bangsalan berada di posisi kemiskinan dengan pendapatan cukup minim. Karena sebagian besar para warga Bangsalan bekerja sebagai buruh tani sekaligus petani. Dan diharapkan terdapat para wiraswasta yang mengembangkan desa Bangsalan.
IN ENGLISH(with google translate Indonesian-English)
Potential Social and Cultural
Villagers Bangsalan majority tribes of Java and Javanese cultural traditions are still strong in the village, among others genduri Bangsalan, reog ponorogo, elephant-gajahan, and so on.
3.
Village Industries potential Bangsalan there are some industries such as manufacturing industry knows that there is in Hamlet Wonototo, industrial tile, brick-making industry, and so forth. This needs to be considered by local government and especially local government Ponorogo. And desirable for investors who invest in the village Bangsalan. />
4.
Tourism Potential The potential of natural resources in the village Bangsalan not be used optimally to serve as a tourist attraction. Therefore Bangsalan villagers tend to develop agriculture and culture.
5.
Potential Trade Sector in trading commodities in the market such as rice, bananas, goat, chicken, mango, and so forth. Trade is distributed in the markets, among others, market POND (Sambit market), market Coper, Mlarak markets, market Pon, and others.
Bangsalan current village has set up two schools in the SDN 1 Bangsalan Wonototo village and hamlet in the SDN 2 Bangsalan Bangsalan. In addition many superbly set up mosques and mosque that was difficult for citizens who are Muslims for prayer and tadarus.Di Bangsalan village mosque there is a mosque called Al Rahim and 4 small mosque Baitul Muqadas one small mosque which houses the first and oldest mosque in the village Bangsalan which is currently going to local governments lobbied for direnofasi Roxburgh. In addition there is a landfill / TPQ, the village has stood Bangsalan TPA led by Slamet. There is also the only selepan rice in North Bangsalan.
During its development, rural roads are now starting dimakadam Bangsalan and paved. Currently the majority of the paved road in the hamlet Bangsalan and currently has began on macadam and asphalt Wonototo hamlet. Currently trails have been built to facilitate the distribution of paddy rice in the hamlets Bangsalan by PNPM Mandiri. />
Currently, the sector attracted many residents Bangsalan are agriculture, farming, and livestock. Because in the year 2009 more agricultural products than in 2008. Later in the year and is expected to be more. Bangsalan rural economy was in a position of poverty with incomes low enough. Since most of the residents Bangsalan working as a laborer at the same time farmers. And self-employed workers who are expected to develop Bangsalan village.

Masjid Baitul Muqodas ini berada di Bangsalan Utara. Merupakan Masjid tertua di Bangsalan. Saat ini melakukan pembangunan secara bertahap.
salah satu masjid utama Bangsalan Utara. Biasanya digunakan untuk shalat Ied, acara keagamaan, maupun lainnya. Masjid ini bernama Masjid Ar Rahman
ADVENTURE TO BANGSALAN 2011
VISIT TO BANGSALAN INDONESIA





































